Saturday, July 25

Dua Muka

Rasa-rasanya ingin kulempar tanya padamu. Pada satu makhluk Tuhan yang tercipta nyaris sempurna. Apakah di balik ketiadacacatan itu kau layak bersedih? Kau diberi nikmat nyaris tanpa perlu banyak berusaha. Entahlah apa itu yang kau sebut jengah. Toh kenyataannya waktumu penuh suka cita.
.
Sedikit sentilan bagiku wajar saja. Toh kau pun tak sampai mati. Sakit yang meninggalkan bekaspun tak akan seberapa. Tahun demi tahun berganti. Kau pernah bilang saat itu, inilah saat-saat ter-tiarap dalam hidupku. Namun saat ini sepertinya kau sudah lupa dengan berkata, sekaranglah yang ter-jatuh.
.
Banyaklah bersyukur, maka Tuhan kan tambahkan nikmat.
.
2015. Apakah bertahun lagi akan ditemukan mesin waktu, yang mereka kisahkan di film-film? Kau berbisik, cukup mesin penghapus kenangan. Kubilang, mulailah dengan menghapus jejak data negatif di ponselmu. Ah. Seharusnya kau coba hidup pada jamanku. Tanpa ponsel pintar. Tanpa media sosial.
.
Bukankah Tuhan sedang mengabulkan doa-doamu?
.
Sekarang waktumu lebih tersita untuk menghitung. Banyak menghitung. Hari. Tabungan. Harga. Modal. Sedang kau lupakan apa yang kau fikir ketika mulai berkomitmen. Benar adanya mencari hal-hal fana untuk dipersalahkan jauh lebih enteng. Fokus. Pada penyelesaianlah. Bukan pada masalahnya.
.
Demotivasi.
.
Enyahlah.

Wednesday, February 11

Noted.

Bila sungguh benar jika mereka mengambil garis lurus atas dua tiga premis yang saling berhubungan, maka kau bisa berkata ini salah. Atau menyebut itu benar. Yang terlintas bahwasanya manusia tak banyak bahagia tapi mengutuk. Untuk mendamba yang lebih nikmat dari pencapaian-pencapaian kecil bak tak ada rasa. Bertuju keluh kesah penuh drama. Melakukan pengharapan-pengharapan semu yang pada titik terbodohmu pun kau yakin kau tak akan pernah mendapatkannya. Hanya saja beberapa kelas motivasi yang pernah diambil menutup matamu lekat-lekat. Mimpi tepat di pelupuk mata. Persetan dengan penglihatan mata kuda di titik sembilanpuluh derajat! Ah! Jangankan sembilanpuluh, limabelas pun mungkin tidak.

Sadarlah! Camkan ini.
Saat kepingan-kepingan puzzle mulai menyatu dan benang merah mulai tersambung, teliti lagi. Untuk kedua kali, atau ketiga lebih baik. Apakah potongan-potongan itu membentuk satu gambar? Apakah dengan sengaja kau buat potongan itu sedemikian rupa sehingga apa yang kau lihat dalam pikiran-pikiran jahatmu itulah yang terbentuk?
Berhenti menghubung-hubungkan sesuatu.

Membatasi diri dengan pencegahan atas permasalahan dengan orang lain.
Sudah cukup ikut campurnya.

Saat diri mulai terlena akan zona nyaman yang telah susah payah dibangun. Jumawa akan aktualisasi diri, rendahhati-lah. Kau pikir kau sudah secukup tingginya pengakuan dirimu?
Jangan pernah merasa sudah cukup baik.

Bertahun tak bertemu seorang kawan. Tak sadar waktu membuat perubahan. Bertingkah selayaknya semalam adalah pertemuan terakhir. Menghakimi orang sebagai awam.
Tahan kata-kata kasarnya.

Kau pernah sakit dan lukanya masih membekas. Membeli beberapa novel hanya untuk tertumpuk di atas meja. Mainan-media-sosial-dan-semacamnya-itu, masih lebih menantang.
Buat apalagi ingin tahu?

Lagi-lagi membuang waktu melihat hal-yang-dahulunya- tidak perlu dilihat.
Merasa berbeda.
Merasa terasing.
Padahal kamulah batasan itu. Kamulah yang membatasi diri.

Menggantungkan diri pada orang lain?
Tidak lagi.

Gunakan waktumu.
Jangan lupa bahagia.

Friday, November 7

Monday, September 22

We Are (not) Twin :D

Judul di atas adalah salah satu judul album foto di facebook saya--berisi foto-foto saya bersama adik satu-satunya, Ellen Nita Vindriana. So, let me itroduce you, my-most beautiful-one and only-younger sister:
Lebaran Hari Kedua, 2014
She loves singing and eating. Loves her boyfriend too (Long last!) :* Shopping as always. Moody (?) but She's adorable at all.

Selisih umur hampir 3 tahun ngga bikin saya sama dia beda jauh. Mulai dari ukuran celana, baju, sampai sepatu, kami punya ukuran yang sama. Tinggi badannya yang lebih tinggi dan muka yang (sedikit) lebih lebar sering banget bikin orang mengira dia kakak saya. Tapi yang bilang dia kakak saya masih kalah banyak dengan yang bilang kami twin. Sebelum saya berhijab, sebelum akhir tahun 2012 tepatnya. Mama yang selalu dan selalu kasih baju yang sama (tapi beda warna) di setiap waktu dan kesempatan--sukses bikin kami jadi "kembar":
Our Older Sister Engagement, Januari 2012

Saya anak kedua dari tiga bersaudara, semuanya cewek. Dengan kakak selisih hampir 6 tahun, mungkin karena itu saya jadi lebih dekat dengan adik saya. Dari kecil, saya ngiri dengan dia. Dari hal-hal kecil tentang dia lebih cantik, dia lebih disayang oleh papa dan mama. Semuanya. Kami sering bertengkar untuk hal-hal yang sama sekali nggak penting. Kalo inget kelakuan saya dulu ke dia, jahat. Hahaha. Pernah saking sebelnya dulu saya gunting dasi di baju seragam pelaut TK-nya. Entah dulu apa penyebabnya.

Seiring kami berdua beranjak dewasa, kami sudah semakin jarang bertengkar. Kami hidup terpisah selama saya kuliah di Jakarta. Kami tetap dekat dan setiap liburan selalu main dan belanja bersama, termasuk bersekongkol bersama, hahaha. Sampai waktu saya lulus kuliah dan 'menganggur' di rumah selama hampir satu tahun, saya inget banget, saya ngga ngobrol sama dia selama hampir seminggu--karena hal yang bisa dibilang cukup sepele. Saya nggak begitu inget penyebabnya, yang jelas kami akur setelah disidang berdua sama papa dan nangis-nangisan bareng.

We grow old together. Kami semakin dewasa pula karena hal itu.

Kami punya pikiran yang sama. Kami men-cacat orang bersama, tentang hal kecil, tentang semua hal. Kami suka gadis-gadis cantik di SNSD dan gadis-gadis seksi bersuara merdu di Sistar. Kami memuji orang-orang yang sama. Kami selalu bersekongkol--untuk tidak ikut dalam acara keluarga di luar kota (yang kami pikir sudah pasti membosankan)--dan kami akan tinggal berdua di rumah saja--dan bangun siang tentunya. Kami saling mengolok tentang baju, dandanan--demi kebaikan katanya. Kami saling memanggil dengan kata kotor seperti, "cuki", "bitch", dsb. Kami benar-benar bukan pasangan kakak beradik yang ideal.

Sampai pada saatnya kami harus berpisah lagi karena saya ditempatkan di kantor pusat di Jakarta. Frekuensi kepulangan saya ke rumah menjadi semakin kecil. Kami tidak mengucap rindu dengan berlebihan. Hanya dengan kalimat pembuka, "Eh wis ndelok MV Sistar a?" (Eh, sudah nonton MV (baru) Sistar belum?) atau, "Eh, Si Xxxx pacare anyar yo? Kapan putuse ambe sing mbiyen?" (Eh, Si Xxx punya pacar baru ya? Kapan putus sama yang lama?) semacam itu kemudian kami larut chatting tentang berbagai hal.

Ketika saya kembali ke Jakarta, dia akan bilang, "Aku wedi turu lampune mati." (Aku takut tidur kalau lampunya mati.) atau, "Aku wis ngerapino kamar, lek samean mulih kamare berantakan." (Aku sudah merapikan kamar (kita), kalau kamu pulang kamarnya berantakan.)

We share everything--waktu, cerita, duit, makanan, baju, tas, sepatu. Dia lebih muda, tapi saya sering meniru gayanya. Make up baru yang dia beli, saya akan ikut membelinya. Dia lebih muda, tapi dia yang selalu jadi sopir:
Nongkrong dan Belanja, jadi penumpang yang baik :D

Sampai kemarin di ulang tahun saya yang ke-24, saya mendapatkan ini dari dia. Sampai nangis ngebacanya:
My 24th Birthday, 2014

Sahabat manapun nggak ada yang bisa menggantikan keluarga--dia. Dia yang sangat ngertiin saya. Dia yang saya benci 2-3 jam atau seminggupun--marah--saling memukul paha hingga menimbulkan bekas cap tangan--begitupun semenit kemudian kembali akur seperti sedia kala.

Hi, Sista. I am the happiest sister in the world. Thanks for this. This best sister-greeting ever. I wish for your long life too. I hope you get everything you wish. Yes, the distance won't be matter, absolutely. I miss you always. We'll counting together for our long last happiness. I won't forget you, No! You're my perfect sister. I love you XOXO

Thursday, June 19

kini

.
.
.
fajar tak pernah tak sesegar ini. bak terbangun di suatu ruangan sempit yang tak kau kenali. satu dua tiga empat dan lima detik kemudian barulah tersadar bahwa bau-bau yang sama yang tercium. bertahun lamanya. papan kayu dengan gagang pintu tertutup rapat. dingin.
.
mimpi semalam indah. hamparan pasir berwarna putih. lautan biru dengan suara ombak yang lembut. seorang gadis dengan celana pendek berlari di tepian pantai itu. sejenak kemudian lelaki berkaus biru mengejarnya dan memegang tangannya lembut. kemudian mereka tertawa bersama.
.
pukul dua belasmu diawali dengan kefakiran semangat. mungkin benar yang mereka bilang bahwasanya pagimu menentukan satu harimu. yang terasa hanya putaran cacing-cacing pita dalam perutmu. menggerogoti. menjadikan tubuh inang. parasit kau bilang. lalu terjadi transfer gigitan-gigitan itu ke seluruh tubuh. lunglai. sekejab menit kemudian apa yang barusan keluar dari mulut barusan tengah sukses membuat air mata berurai.
.
bagus karena cubitan-cubitan kecil itu sudah tak terasa lagi.
.
senja. bagian dari satu hari yang paling kau gemari. duduk di tempat yang sama tanpa melakukan apa-apa. mungkin tangan ini juga berontak karena merasa tak teracuh. tak terindahkan. surat dengan amplop berwarna hitam yang tak wajar terbuka lagi. goresan-goresannya bertinta merah: "larilah sekencangmu dan butalah selamanya atau mati suri dahulu untuk hari esokmu berwarna."
.
kamu tak pernah benar-benar bisa memilih. persimpangan di depan mata.
.
malam pun tak pernah semuram ini. mungkin di sana kau lihat langit dan bintang balas tersenyum. tapi disini gelap. jangankan senyuman. kilau sinarnya bahkan tak terlihat. tik tok tik tok tik tok. sangkala berlari. kamu bergeming. sejenak. kemudian melangkah ke belakang. dua-empat-dan tak terhitung. semakin lama semakin cepat. durjamu berganti guratan senyum. beranjak gelak tawa. kemudian kau tersadar telah terjebak dalam sangkala masa itu yang dalam memorimu tanpa cacat.
.
bahkan kau benar lupa bahwa sangkala waktu tak menjebakmu. namun apa yang kau perbuat. berulang. berkali. menjadi leluri yang terpatri. mungkin kau sudah jadi orang besar sekarang. dan lalu kau hempas bena kecil yang banyak dan telah membesarkanmu.
.
dini hari. kau basuh wajahmu kau seka air dari matamu yang membengkak. membentangkan sajadah dan mulai bersujud. seperempat jam mengadu kepada Dia. Dia yang kau yakin tak pernah keji. kepadaNya yang tak pernah letih dimohon. pun searkais ini kau pernah lupa. terlena akan apa yang tak kekal.
.
sementara ini belum kau ketahui tendesi atas lara ini.
semoga esok kau temukan bestari.
.
.
.
bukan berlari dari kenyataan atau menutup mata.
tapi beri ampunan nyata. ayal. pelan. tak apa katanya.

Wednesday, June 11

he said

"Mungkin seribu kata maafku ga akan bisa mengungkapkan penyesalanku. Aku ga bisa mengulang waktu supaya kamu ga perlu merasakan apa yang kamu rasakan sekarang. Aku cuma bisa melakukan hal kecil ini, supaya kamu tahu betapa berharganya kamu buat aku. - your #1 fans. ever."

Tuesday, August 6

Joglo Dau, Batu, 05082013

 




1y7m

Have I ever mentioned that I love surprises so much?
This morning I got these from my boyfriend:



All day I hadn't opened the chocolate, a few minutes ago I have just opened it and realized this:


I think I don't wanna eat that :D

Hi babe, happy 19 months, come home soon ya.

Thursday, August 1

congratulation!

I was so excited this morning cause it has been published: PENGUMUMAN USM STAN TAHAP 1 (Tes Tulis).
Since I with my friend in Maharema arranged TRY OUT NASIONAL USM STAN on July 7th, I met so many high school fresh graduates. That made me feel their spirit and the athmosphere.
What makes me so proud is, 9 of 10 best participants of our TRY OUT passed USM STAN.
So, congratulation. Two steps more and be part of us!

Check the result (location test: Malang) here

Friday, July 26

Hujan

Orang goblok mana yang tak suka hujan? Katamu, setiap kali bertemu orang baru. Aku bahkan ingat benar kalimat-kalimat yang selalu kamu ucapkan. Ah, hari panas sekali, seharusnya hari ini hujan. Eh, kau membawa payung? Nanti pasti hujan. Biar petani girang. Dan lalu kalimat itu. Selalu. Kadang aku berfikir untuk memberitahu mereka bahwasanya hujan adalah kesialanmu. Hujan membunuhmu dalam kenangan. Hujan menggagalkanmu.

Kamu tidak sungguh-sungguh mencintai hujan. Sering kudengar kau umpat langit tatkala hujan datang. Pikirmu aku tak tahu?

Aku yang mencintai hujan. Aku yang menyukainya benar-benar untuk lukisan rintiknya dan suara merdu yang mengiringinya. Aku yang menyukainya untuk goresan mejikuhibiniu di air terjun yang tak jauh dari rumahmu. Aku yang tetap menyukainya walau dia harus membawa badai atau angin kencang bersamanya. Kadang.

Kau tak ingin tahu apa yang hujan perbuat untukku? Hujanlah yang menahanku bergerak pelan bersama dia yang dengan penuh senyum memegang tanganku erat dengan tangan kirinya, di antara deru dan asap jalan raya. Karena tak apa sungguh dua puluh menit lebihnya itu sungguh berarti.

Lalu apa yang hujan perbuat untukmu?

Setidaknya hari ini benar hujan dan kulihat kamu mengutuk langit.
Ah, kurasa tak perlu berusaha buatmu suka hujan. Lagi.

Friday, July 19

: If she starts crying, don't fucking move. Don't say a word. Don't even blink. It's a trap.

Yea maybe you think it was too.

Monday, June 24

Bad Guy (2001)


Pernah menonton film dengan cerita yang sangat miris tapi masih meneruskannya hingga film selesai? Kalau belum, film yang satu ini bisa dicoba. Berlatar kehidupan gangster di Korea Selatan, Han-Gi--salah satu bos geng--menghidupi diri dengan menjadi germo--jatuh cinta pada pandangan pertama pada Sun-Hwa. Dengan cara yang kurang etis Han-Gi mencoba mencuri perhatian Sun-Hwa, di hadapan banyak orang--termasuk pacar Sun-Hwa--Han-Gi mencium bibir Sun-Hwa dengan kasar.


Tidak selesai sampai disitu, Han-Gi dibantu 2 komplotannya terus menguntit Sun-Hwa, sampai di toko buku dimana gadis itu merobek salah satu halaman di sebuah buku--semacam kamasutra--karena tak sanggup membelinya. Salah satu anak buah Han-Gi menaruh dompet di dekat buku tersebut, membuat Sun-Hwa mengambilnya dan meraup uang di dalamnya. Sementara itu sang pemilik dompet mengejarnya dan meminta pertanggungjawaban terhadap 10ribu uang beserta cek yang ada di dalam dompetnya. Merasa dijebak, Sun-Hwa pasrah dan meminjam uang dengan jaminan bila dia tak sanggup membayar dalam waktu satu minggu maka dia harus mau menjadi pelacur hingga hutangnya terbayar lunas.

Spoiler Alert! 
Saat Sun-Hwa mencoba kabur dari rumah bordir--ditolong salah satu anak buah Han-Gi yang mengaku jatuh cinta padanya--Han-Gi menemukan dirinya dan membawanya ke pantai. Di sana dia melihat seorang gadis dari belakang, berdiri, mendekati pantai dan kemudian lenyap, bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya. Dari bekas tempat gadis itu duduk, Sun-Hwa menemukan sobekan 2 foto sepasang kekasih yang kemudian dibawanya pulang ke rumah bordir dan disatukan kembali. Namun sayang, kedua foto sama-sama tak lengkap di bagian wajah keduanya. Di ending cerita, Sun-Hwa kembali ke pantai itu dan menemukan sisa sobekan foto dan ketika disatukan kembali, nampak bahwa pasangan di foto tersebut adalah dirinya dengan Han-Gi. Foto itu seakan menguak masa lalu yang tidak dijabarkan atau bisa juga merupakan isyarat akan masa depan Sun-Hwa.


Dibumbui dengan adegan seksual dan kekerasan, film yang jalan ceritanya sarat kebencian penonton ini benar-benar menampakkan ide cerita yang kuat dari sang penulis skenario merangkap sutradara, Kim Ki-duk. Banyak adegan yang membuat saya geregetan sendiri ketika menontonnya, kenapa tak ada keluarga Sun-Hwa yang mencarinya? Mengapa pacarnya juga kemudian hilang begitu saja? Mengapa Sun-Hwa begitu pasrah? Dan yang paling penting, bagaimana bisa Han-Gi mencintai seseorang dengan begitu kejamnya?

love at the first sight (?)
Tetapi dengan segala alasan untuk menyudahi menonton tersebut, saya masih terpaku menonton film ini. Film yang sangat berbeda dengan film percintaan lain yang pernah saya tonton sebelumnya. Tak heran jika IMDB menulis rating film ini 6.8/10.

Dalam dua minggu ini saya sudah menonton beberapa film lain yaitu Now You See Me, House at The End of The Street, Broken City, Man of Steel, Vehicle 19, dan Texas Chainsaw 3D. Now You See Me yang paling menginspirasi saya untuk menulis. Tapi saya urungkan setelah saya menonton film ini. Saya merasa geram ingin menulis tentang film ini.

By the way kamu juga bisa menonton film ini dan membuktikan kemirisannya disini:

 

Happy watching and enjoy the ending!
 

Friday, June 14

your back side



.
.
.

tak ada penjelasan lebih jauh. hanya saja melihatnya membuat saya hendak berlari sekencang-kencangnya.

dan dari belakang...
memeluk kamu seeratnya.

since when?

"Sejak kapan kamu lebih memilih diam?"



though all people close their eyes, God doesn't.
katamu lalu beranjak pergi.

padamnya api membara

kamu pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya bukan?

tidak diterima. berusaha masuk. menjadi orang lain.
atau setidaknya ingat-ingatlah sedikit. yang sedikit itu akan menyelamatkanmu.

kamu sendirian. kamu tidak memulai sesuatu. pun mengakhirinya.

semuanya dimulai ketika hari beranjak senja namun sudah terlalu gelap untuk menikmati oranyenya.
musim harusnya telah berganti seperti seharusnya. tapi tiap hari hujan deras.
sebentar. ingatanmu terhenti. jangan. tolong jangan ingat hanya indah. kamu semakin merasakan perih kan?

semuanya dimulai ketika hari beranjak senja namun sudah terlalu gelap untuk menikmati oranyenya.
ingat pertama kali kamu mendengarnya berbicara? satu kalimatpun kamu rasa sudah lebih dari cukup untuk mengetahui tujuannya berbicara denganmu.

kamu bercerita dengan begitu antusias pada beberapa onggok kumpulan kapuk berbentuk berwarna merah muda. kamu tahu ada beberapa hal yang kamu rasa tidak sepatutnya tapi kamu bilang tak apa.

lalu sekarang baru kamu permasalahkan benar-benar?

kamu tak lebih dari seorang bodoh yang haus kasih sayang saya bilang.

ada beberapa hal yang harus kamu relakan ketika kamu tengah berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. semudah kamu membeli sesuatu. menukar beberapa receh limaratusan dengan segelas es teh manis.

kamu sungguh-sungguh tidak perlu berkecil hati. mereka bilang sekarang kita harus selalu membayar untuk mendapatkan sesuatu.

jangan memaksakan diri lagi. berhentilah berpura-pura. tinggalkan semua omong kosong demi-demi-dan demi lainnya itu.

sudah cukup.

beberapa detik menyempatkan diri menutup kedua mata perlahan dan melihat segalanya dari mata hatimu.

the right will come and stay.

berlaku untuk semua hal.
yang pernah membara di dalam hatimu tak akan apa-apa jika kamu rasakan lagi.

Monday, April 15

Being Someone's Inspiration or Creating Some Good Things?

You choose.

Membaca salah satu tweet pacar saya @saifurrijal yang berbunyi "Tau bisa jadi inspirasi buat seseorang itu rasanya gak bisa diungkapkan dengan kata-kata.", membuat saya berfikir panjang. Bagaimana rasanya menjadi sumber inspirasi bagi seseorang dalam membuat suatu karya, tulisan misalnya? Saya lalu mengingat-ingat, kapan seseorang pernah membuat sesuatu dan dengan terang-terangan memberitahu kalau hal tersebut-untuk saya atau-terinspirasi oleh saya. Saya lupa pernah atau saya lupa rasanya.

Saya pribadi suka menulis. Tentang banyak. Kebanyakan dari banyak tersebut saya tulis ketika sedang di bawah tekanan atau berada dalam suatu permasalahan. Kegalauan membelokkan saya untuk menulis. Menulis sesuatu yang nantinya akan saya baca lagi dan mengangguk senang karena saya tahu saya sempat meninggalkan jejak. Apapun itu. Tulisanmu cerminanmu. Saya seperti mengaca ketika membaca tulisan-tulisan saya kembali setelah beberapa lama. Kadang begitu rumit atau penuh kode. Pun pernah saya menggeleng ketika membaca satu tulisan di blog karena saya bahkan tidak ingat apa maksud saya menulisnya.

Ketika saya mengetahui telah menghasilkan seratus lebih tulisan hanya di blog ini saja-saya tersadar, saya butuh inspirasi setiap menulis. Bisa kejadian yang saya alami-dengan orang-orang di sekitar saya. Orang terdekat kemudian memiliki peran vital dalam menginspirasi saya.

Gampangnya, saya kemudian ingin seseorang ini menulis juga tentang saya. Saya ingin membaca karyanya, tersenyum lalu karena saya sadar, tulisan ini memang tentang saya.

Tapi tidak semua orang menulis. Tidak semua orang memiliki keahlian dalam merangkai kata-kata.

Beberapa pasang orang-pasangan kekasih, pasangan teman-dikaruniai bakat 'saling menginspirasi' dan beberapa lainnya berhenti dalam 'satu menginspirasi dan satu lainnya membuat karya'. Ini menurut saya.

I choose creating some good things, then.

Saya rasa menjadi inspirasi bagi seseorang bukan hal yang terjadi karena kita sendiri menginginkannya. Kita-bahkan mungkin-tanpa perlu melakukan hal apapun bisa menjadi inspirasi. Hal yang terjadi secara alamiah.

Sebaliknya, membuat suatu karya karena terinspirasi oleh seseorang lebih kepada kesengajaan. Kemauan dan kemampuan kita dalam berkarya yang menentukan. Misalnya, saya terinspirasi suatu kejadian atau ucapan seseorang, kemudian saya menulis. Dengan kemampuan saya membuatnya sedemikian rupa dan dengan kemauan saya yang cukup tinggi, beberapa orang yang membaca hasil karya saya tersebut memberikan pujian-sesuatu yang sangat berharga bagi saya-membuat saya semakin bersemangat menulis.

So, thank to my inspiration. You did nothing but happiness indeed. Keep in good track, then.
But, yes it would be a pleasure if (someday) you created some-about me-things.

Friday, April 12

Earth is a Memory Worth Fighting For

Jack Harper is Oblivion.


Satu lagi film sci-fi besutan Joseph Kosinski yang paling ditunggu-tunggu, Oblivion. Berlatarkan bumi pada tahun 2070-an dimana sebelumnya Bulan-satelit bumi telah diambil alih oleh Scavs-makhluk dari luar bumi. Tak lama setelah Bulan diambil alih bumi kehilangan pelindung. Gempa dan tsunami menghancurkan hampir seluruh bagian bumi. Di sini Jack Harper yang diperankan aktor gaek Tom Cruise bersama rekannya Vika (Andrea Riseborough) bertugas untuk menjaga para robot melindungi pengambilan air untuk kemudian dibawa ke Titan, satelit Saturnus, dimana manusia yang tersisa akan dibawa kesana. Jack sebelumnya telah dihapus ingatannya dan yang dia tahu bahwa peperangan antara bumi dan Scavs dimenangkan oleh manusia, walau akhirnya manusia harus kehilangan bumi.

Dua minggu sebelum tugas Jack dan Vika di bumi berakhir, Jack dipertemukan dengan Julia-yang diperankan oleh Olga Kurylenko-gadis Bond dalam Quantum of Solace. Julia ini yang sering muncul di mimpi-mimpi Jack, membuat lelaki ini yakin Julia adalah ingatan manis yang tersisa. Pertemuan mereka yang ternyata memang telah direncanakan Julia berakhir dengan Jack membawa pulang gadis itu ke tempat tinggalnya-gedung megah ribuan kaki di atas permukaan air laut. Vika nampak begitu cemburu dan menaruh curiga pada Julia.

Spoiler alert!
Kemudian yang sedikit mengagetkan, Julia membawa Jack pada satu kebingungan, sesuatu yang tak bisa dipercayainya. Malcolm Beech (Morgan Freeman) memperlihatkan topeng dan alat yang ternyata digunakan manusia-yang bertahan hidup pasca peperangan-menjadi Scavs. Manusia-manusia inilah yang selama ini dia pikir sebagai alien yang jahat. Tet-pimpinan misi-adalah Scav yang sebenarnya.

Jack kemudian dihadapkan dua pilihan yang sulit: Julia atau Vika-sekumpulan manusia yang tak dikenalnya atau Tet dan berbagai fakta yang dia ingat.


Secara keseluruhan, film dengan genre ini tidak hanya apik pada gambar dan efek, namun juga pada alur cerita yang menegangkan dan tak terduga. To me it's 8/10.

By the way these are the pictures of Vika and Julia:
Vika-operator pemantau Jack
beautiful Vika
Julia-berusaha meyakinkan Jack bahwa dia adalah istrinya
Julia-another side

Sepertinya memang pilihan yang sangat sulit untuk Jack.
But today is still Another Day in Paradise!